*oke,yuk kita simak lanjutan ceritanya di Part terakhir ini. Cekidot.*
Aku yang terkejut mendengar bahwa Rangga hanya menjadi kan ku sebagai
bahan taruhan dia dengan teman-temannya, merasa marah dan “ilfeel”. Kenapa
Rangga tega melakukan itu padaku? Apa salah ku hingga dia berbuat begitu? Walau
aku marah, tapi aku tidak ingin mencari masalah dengannya.Aku putuskan untuk
membenci dia dan keluar dari ekskul “Basket”. Aku tidak ingin lagi mempunyai
urusan dengan orang seperti itu. Dan teman-teman geng ku pun tau tentang hal
itu juga.
*Didepan Kelas pas jam istirahat*
Lusi : Vi, Rangga kok jadian sama Nila? Bukannya katanya pacaran sama
lo ya?
Leni : Iya. Bukannya kemaren lo terima Rangga jadi pacar lo?
Via : Lus, Len, Dia itu cuma jadiin gue barang taruhannya dia doang. Pas
dia nembak itu, dia lagi taruhan. Kalo bisa dapetin gue dengan sekali nembak,
dia dapet imbalan dari temen-temennya. Rasanya gue mau keluar aja dari Basket.
Yuni : Kok keluar? Kalo lo keluar, gue juga keluar ah.
Lusi : Gue juga ah. Ga enak kalo ga ada temen-temen 1 geng. Ga seru.
Leni : Iya, gue juga deh. Mendingan gue masuk tim volly aja.
Yuni : Yang sabar ya Vi. Dasar kurang ajar tuh si Rangga.
Via : Udah lah, kalian ga usah ikutan kesel. Anggap aja Rangga ga
pernah ada di sekolah ini.
Leni, Lusi dan Yuni : Siap bosss !! (dengan nada semangat)
Sebulan telah berlalu dari kejadian itu. Aku udah ga lagi mencintai
ataupun memikirkan Rangga. Rasa sayang dan cinta buat Rangga, bisa terhapus.
Ibarat kata anak jaman sekarang “move on”. Tapi kini hubungan ku dengan Satria
semakin akrab. Selama kelas 1 SMP, setiap pulang sekolah, aku selalu
bersamanya. Tertawa dan gembira bersama. Hingga tumbuhlah rasa sayang dihatiku untuk
Satria. Aku ngerasa, ga bisa kalau 1 hari aja ga melihat Satria. Disaat
istirahat tiba, yang ku cari adalah Satria. Aku merasakan sedikit kebahagiaan
ketika bersamanya.
Tapi setelah beranjak naik ke kelas 2, aku ga pernah bersamanya lagi.
Sedih rasanya kehilangan Satria. Tiap pulang sekolah, aku selalu berharap
seperti biasa dia menunggu ku didepan pintu gerbang sekolah lagi. Tapi setelah
kelas 2, tiap aku pulang sekolah aku langsung berlari ke depan pintu gerbang
karena ga mau Satria menunggu ku lama. Tapi ternyata Satria ga pernah menunggu
ku lagi.
Lama kelamaan aku berpikir, apakah ini yang namanya “Cinta”? Aku cinta
dengan Satria? Begitu merasa kehilangan dia. Bahkan hatiku semakin sakit
setelah mendengar dipertengahan semester kelas 2, bahwa si Satria telah
berpacaran dengan “Dita”.Anak perempuan yang 1 kelas dengan Satria dikelas 2.
Aku sedih mendengar hal itu. Berita itu menyebar hingga ke guru. Dan setiap
hari aku juga melihat Dita dan Satria selalu berdekatan dan semakin akrab. Dan
setiap Satria menyapa ku, aku harus pasang senyum palsu didepannya. Aku sakit
melihat Satria bersama Dita, Tapi aku juga tidak boleh menjadi wanita egois
yang hanya memikirkan perasaan ku aja. Lagian sepertinya Dita begitu mencintai
Satria. Aku tahan cinta ku ini didalam hati dan membiarkan Satria berbahagia
dengan pilihannya. Semenjak hal itu, aku jadi berpikir bahwa “Cinta tidak harus
memiliki dan bukan suatu Paksaan. Karena cinta adalah kebahagiaan ketika bisa
melihat orang yang kita cinta bisa bahagia walau bukan kita yang bikin dia bahagia
tapi orang pilihan dari orang yang kita cinta.”
Hingga tak terasa sebentar lagi aku lulus SMP. Aku pikir, aku akan
dapat kenangan indah di saat perpisahan. Aku berharap saat itu Satria sedikit
peka tentang perasaan ku. Tapi itu semua hanya harapan hampa ku yang tak kan
pernah bisa jadi nyata. Ku biarkan cinta yang ku miliki ini hanya bisa jadi “hiasan di dinding hati ku”. Yang
penting, aku masih punya kenangan indah bersamanya walau hanya sedikit.
Kenangan dimana aku bisa tertawa dan berbagi “sharing” berbagai macam hal. Aku
sedih saat perpisahan. Dimana bukan hanya berpisah dengan teman-temanku dan
guru saja, tapi juga yang paling menyiksa batin ku adalah “aku harus berpisah
dengan Satria tanpa bisa ku ungkapkan isi hati ku”.
_Tamat_
*Ceritannya jadi kaya “cinta terpendam” gitu yah. Hehehe.. Kalau ada
yang kisahnya sama dengan diatas, itu Cuma kebetulan semata.*
*Tetap support dan baca terus ya blog ini. Yang mau kirim cerita, bisa
ke email Cha-cha*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar