Sabtu, 14 April 2012

Kisah Klasik SMP (Part Terakhir)


*oke,yuk kita simak lanjutan ceritanya di Part terakhir ini. Cekidot.*

Aku yang terkejut mendengar bahwa Rangga hanya menjadi kan ku sebagai bahan taruhan dia dengan teman-temannya, merasa marah dan “ilfeel”. Kenapa Rangga tega melakukan itu padaku? Apa salah ku hingga dia berbuat begitu? Walau aku marah, tapi aku tidak ingin mencari masalah dengannya.Aku putuskan untuk membenci dia dan keluar dari ekskul “Basket”. Aku tidak ingin lagi mempunyai urusan dengan orang seperti itu. Dan teman-teman geng ku pun tau tentang hal itu juga.

*Didepan Kelas pas jam istirahat*
Lusi : Vi, Rangga kok jadian sama Nila? Bukannya katanya pacaran sama lo ya?
Leni : Iya. Bukannya kemaren lo terima Rangga jadi pacar lo?
Via : Lus, Len, Dia itu cuma jadiin gue barang taruhannya dia doang. Pas dia nembak itu, dia lagi taruhan. Kalo bisa dapetin gue dengan sekali nembak, dia dapet imbalan dari temen-temennya. Rasanya gue mau keluar aja dari Basket.
Yuni : Kok keluar? Kalo lo keluar, gue juga keluar ah.
Lusi : Gue juga ah. Ga enak kalo ga ada temen-temen 1 geng. Ga seru.
Leni : Iya, gue juga deh. Mendingan gue masuk tim volly aja.
Yuni : Yang sabar ya Vi. Dasar kurang ajar tuh si Rangga.
Via : Udah lah, kalian ga usah ikutan kesel. Anggap aja Rangga ga pernah ada di sekolah ini.
Leni, Lusi dan Yuni : Siap bosss !! (dengan nada semangat)

Sebulan telah berlalu dari kejadian itu. Aku udah ga lagi mencintai ataupun memikirkan Rangga. Rasa sayang dan cinta buat Rangga, bisa terhapus. Ibarat kata anak jaman sekarang “move on”. Tapi kini hubungan ku dengan Satria semakin akrab. Selama kelas 1 SMP, setiap pulang sekolah, aku selalu bersamanya. Tertawa dan gembira bersama.  Hingga tumbuhlah rasa sayang dihatiku untuk Satria. Aku ngerasa, ga bisa kalau 1 hari aja ga melihat Satria. Disaat istirahat tiba, yang ku cari adalah Satria. Aku merasakan sedikit kebahagiaan ketika bersamanya.

Tapi setelah beranjak naik ke kelas 2, aku ga pernah bersamanya lagi. Sedih rasanya kehilangan Satria. Tiap pulang sekolah, aku selalu berharap seperti biasa dia menunggu ku didepan pintu gerbang sekolah lagi. Tapi setelah kelas 2, tiap aku pulang sekolah aku langsung berlari ke depan pintu gerbang karena ga mau Satria menunggu ku lama. Tapi ternyata Satria ga pernah menunggu ku lagi.

Lama kelamaan aku berpikir, apakah ini yang namanya “Cinta”? Aku cinta dengan Satria? Begitu merasa kehilangan dia. Bahkan hatiku semakin sakit setelah mendengar dipertengahan semester kelas 2, bahwa si Satria telah berpacaran dengan “Dita”.Anak perempuan yang 1 kelas dengan Satria dikelas 2. Aku sedih mendengar hal itu. Berita itu menyebar hingga ke guru. Dan setiap hari aku juga melihat Dita dan Satria selalu berdekatan dan semakin akrab. Dan setiap Satria menyapa ku, aku harus pasang senyum palsu didepannya. Aku sakit melihat Satria bersama Dita, Tapi aku juga tidak boleh menjadi wanita egois yang hanya memikirkan perasaan ku aja. Lagian sepertinya Dita begitu mencintai Satria. Aku tahan cinta ku ini didalam hati dan membiarkan Satria berbahagia dengan pilihannya. Semenjak hal itu, aku jadi berpikir bahwa “Cinta tidak harus memiliki dan bukan suatu Paksaan. Karena cinta adalah kebahagiaan ketika bisa melihat orang yang kita cinta bisa bahagia walau bukan kita yang bikin dia bahagia tapi orang pilihan dari orang yang kita cinta.”

Hingga tak terasa sebentar lagi aku lulus SMP. Aku pikir, aku akan dapat kenangan indah di saat perpisahan. Aku berharap saat itu Satria sedikit peka tentang perasaan ku. Tapi itu semua hanya harapan hampa ku yang tak kan pernah bisa jadi nyata. Ku biarkan cinta yang ku miliki ini hanya  bisa jadi “hiasan di dinding hati ku”. Yang penting, aku masih punya kenangan indah bersamanya walau hanya sedikit. Kenangan dimana aku bisa tertawa dan berbagi “sharing” berbagai macam hal. Aku sedih saat perpisahan. Dimana bukan hanya berpisah dengan teman-temanku dan guru saja, tapi juga yang paling menyiksa batin ku adalah “aku harus berpisah dengan Satria tanpa bisa ku ungkapkan isi hati ku”.

                                                                                                   _Tamat_

*Ceritannya jadi kaya “cinta terpendam” gitu yah. Hehehe.. Kalau ada yang kisahnya sama dengan diatas, itu Cuma kebetulan semata.*

*Tetap support dan baca terus ya blog ini. Yang mau kirim cerita, bisa ke email Cha-cha*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar