Senin, 02 April 2012

Ketulusan Cinta (Part 2 *tambahan)

*oke, ceritanya akan dilanjutkan lagi. Cekidot*
Aku ingin memberitahukan ke Dimas soal penyakit serius yang aku derita. Tapi aku tidak ada keberanian untuk memberitahukan penyakitku itu karena aku takut dia mencemaskan dan mengkhawatirkan ku. Pikiran itu bergejolak dalam otak ku, antara keinginan untuk  memberitahukan hal ini ke Dimas atau membiarkannya sampai dia yang tau sendiri dari orang lain.

Pikiran itu tetap ada dalam otak ku saat aku bersamanya untuk menikmati hari. Sampai akhirnya,penyakitku kambuh saat aku sedang bersenda gurau bersamanya. Aku tahan rasa sakit yang ku derita hingga akhirnya aku terjatuh pingsan.

Aku digendong oleh Dimas ke salah satu bangku yang ada di taman kota. Dia berusaha agar aku bisa tersadar dari pingsan ku. Dan berselang beberapa menit, aku tersadar. Aku melihat wajah Dimas yang begitu pucat karena panik. Saat aku baru tersadar, Dimas memelukku.
Dimas : " Beb,kalo kamu sakit, jangan paksain untuk ketemu aku hari ini. Aku ga mau sakit kamu makin parah karena ketemu aku. Kamu sakit apa? Apa yang kamu rasain?(dengan nada panik)"
Apa yang harus aku katakan pada Dimas? apakah aku harus mengatakan yang sejujurnya atau sebaliknya? Aku terdiam dan mulai berpikir. Aku takut sekali membuat dia semakin cemas karena aku.

Apa yang akan ku katakan ke Dimas ya??Aku bingung. Minta pendapat kalian dong yang membaca blog ini. Aku cerita tentang penyakitku atau sebaliknya ke Dimas?
_Mau tau lanjutannya? Aku tunggu komentar dari kalian, baru nanti kita lanjutkan ceritanya_
*Komen kalian , Kita tampung disini*  ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar