Sinar mentari pagi masuk kedalam kamar ku dan menyorot tempat tidur ku. Pagi itu, aku sedang
ingin bermalas-malasan. Hari libur yang menjemukan. Kenalkan, Aku Satria. Cowok kelas 2 SMA jurusan IPS di salah satu sekolah ternama di Jakarta. Teman-teman memanggilku "Si Jangkung". Karena tinggi badan ku adalah 188cm dengan berat badan 75kg. Bisa dibilang aku termasuk cowok tinggi dan kurus. Warna kulit sawo matang dengan potongan rambut top knot warna hitam dan selalu diikat kalo disekolah karena bagi para cowok pasti tau potongan rambut top knot, bagian atas kepala panjang tapi bagian samping kiri, kanan dan belakang dipotong tipis.
Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB di hari Minggu. Mama mengetuk pintu kamarku dan masuk.
Mama : Satria, bangun sayang (sambil menggoyang-goyangkan tubuhku). Anterin mama ke rumah bu Rizal yah. Kamu hari ini ga kemana-kemana kan? (Sambil membuka selimut yang aku gunakan).
Aku : Yaaahh,,, satria males mah. Kenapa ga ama pak ujang aja sih? (sambil menutup kepala dengan bantal)
Mama : Mama mau sekalian kenalin kamu sama temen-temen mama, sayang.(sambil mengambil bantal yang menutupi kepala ku)
Aku : Mah, please. Don't disturb me for today. It's my lazy time.
Mama : Ya udah kalo kamu ga mau anterin mama. Tapi awas ya kalo mama pulang arisan nanti kamu malah ga ada, Ga akan ada uang jajan buat kamu besok.(Sambil berlalu pergi)
Aku : Yaaaahhh.. jangan dong mah.. (bangun dan langsung duduk diatas kasur sambil menghela nafas)hufftt...
Hari itu aku seharian dirumah. Ku lalui dengan main gitar sambil mendengarkan musik dari mp4 player kesayangan ku. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB. Setelah itu aku main Play Station sampai aku lupa mandi. Pokoknya hari libur kali ini ingin ku lalui dirumah.
Esokan harinya di sekolah, Aku lupa bahwa ada tugas dari guru galak disekolah ku yaitu Bu Singa alias Bu Sinaga. Dia mengajar pelajaran matematika. Kenapa aku dan teman-teman ku menyebutnya guru galak, karena pertama, cara mengajar di dengan suara lantang dan tegas dengan logat bicara orang Sumatera Utara. kedua, setiap bu singa memberikan tugas untuk dikerjakan didalam kelas, dia selalu bilang "habis waktu (dengan nada orang sumatera)" sambil mengambil buku-buku yang murid-murid kerjakan padahal belum tentu terjawab semua karena pertanyaan yang diberikan banyak tapi waktu yang diberikan untuk menjawab,singkat. Bel masuk sekolah berbunyi.
Aku : Adduuuhh.. gue lupa ngerjain tugas dari bu singa lagi.
Rendi : Hah? emang ada tugas ya?(sambil berpikir)
Andi : Ya ada lah.. Cari contekan yuk..
Rendi : Udah bel tau. Mamp*s deh kita.
Aku : Lo aja kali ama keluarga lo.
Andi : Hahaha. (tertawa geli sambil mata mencari mangsa buat dicontek) Desi sayang, udah ngerjain tugas bu singa belum(menghampiri desi lalu duduk diatas meja desi)?
Desi : Apa sih? Genit banget. Ga ada contekan buat kalian. Huh!! (membuang muka)
Rendi : Hahaha.. kena kan lo playboy cap cangcorang.
Andi : Hhuuu.. sok cantik lo Des. Gue juga ogah nyontek ama lo. (berlalu pergi mencari contekan yang lain sambil bergumam kesal).
Aku dan Rendi mengikuti dari belakang.
Andi : Ren, udah ngerjain tugas bu singa belum (menghampiri rena di mejanya)?
Rena : Udah, emang kenapa?
Andi : Boleh dong a'a ngeliat? (mencolek dagu Rena)
Rena : Kalo buat Satria sih boleh-boleh aja.(berdiri dari duduk dan mendekati aku sambil menyodorkan buku tugas)
Andi : Sial, gue yang ngerayu, si Jangkung yang dideketin.
Rendi : Kurang beruntung aja lo bro. Udah yuk, kita nyontek dulu. Sebelum bu singa dateng (merangkul)
Andi : Iya deh..
Kami bertiga mulai beraksi untuk menyalin semua jawaban dari buku Rena. Untung tugas dari guru galak cuma sedikit. Setelah selesai disalin semua, ternyata ada pengumuman bahwa bu singa ga datang ke sekolah. Karena ada keluarganya yang sakit. Aku mulai kesal karna apa yang aku salin, ternyata sia-sia. Jam pelajaran bu singa digantikan dengan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bu singa dan dikumpulkan di ruang guru setelah jam pelajaran selesai. Aku, Rendi dan Andi duduk paling belakang dan tidak mengerjakan tugas karena kami hanya menunggu contekan dari Rena. Sambil menunggu Rena selesai mengerjakan, Aku, Rendi dan Andi bersanda gurau. Rena adalah cewek mungil, warna kulit putih, rambut berwarna ombre warna dark cokelat lurus tebal panjang sebahu dan selalu di gerai dan sedikit pintar. Kenapa aku bilang sedikit pintar, karena dia bukan siswa yang berperingkat dikelas ku. Tapi aku kadang sering nyontek dengannya (hehehe). Kenalkan juga sahabat-sahabat ku. Pertama yang akan aku kenalkan adalah Andi. Dia cowok dengan tinggi 170cm-an, kurus, kulit sawo matang sama dengan kulit ku tapi lebih putih sedikit dari aku, hobi maen basket, PSP dan warna rambut hitam dengan potongan cepak tipis karena rambutnya keriting kecil dan selalu membawa motor CB punya ayahnya yang sudah dimodifikasi dan jadi motor antik nan mahal. Yang kedua adalah Rendi. Cowok slengean disekolah. Selalu pake jaket jeans dengan lengan dipotong, tingginya lebih tinggi dari andi 5cm dan rambut hitam, agak panjang lurus se-leher dengan model belah tengah dan selalu membawa motor vespa kesayangan kesekolah. Setelah jam pelajaran bu singa selesai dan aku selesai mencontek jawaban Rena, dilanjut pelajaran Bahasa. Guru cantik nan anggun yang akan mengajar di kelas ku jam selanjutnya.
Bel pelajaran selanjutnya berbunyi.
Rendi : eh eh, Bu cantik dateng tuh. (sambil menuju ke tempat duduk dan ruangan mulai hening)
Tiba-tiba suasana hening karena kedatangan si ibu cantik.
Gimana cerita selanjutnya? to be continue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar